BERITA DAN KEGIATAN

Cornelis : Tetap Jaga Toleransi

Selasa, 17 Januari 2017 06:07 WIB
0 Komentar 413 View
Uncategorized

Pontianak-Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis meminta kepada masyarakat Kalbar, agar tetap menjaga toleransi beragama dan tidak mudah terprovokasi orang luar yang datang untuk memecah belah rakyat di Kalbar. Secara bersama-sama saling menghormati, menghargai antar pemeluk agama, sehingga kedamaian dan kebersamaan tetap tercipta di Kalimantan Barat ini. Setiap kunjungan kerja ke daerah di Kalbar, Cornelis selalu mengimbau agar masyarakat Kalbar yang hidup dalam perbedaan agar tetap menjaga toleransi.

“Kita sudah hidup ratusan tahun secara bersama-sama di sini aman-aman saja, baik Islam, Katolik Protestan, Hindu, Budha, Dayak, Melayu. macam mana aku nak mbunoh adek (kandung) ku yang Islam?, masuk akal ndak?. Dia Islam, memangnya mau saya bunuh?. Jadi, keamanan dan perdamaian kita yang menjaganya bukan hanya polisi, tentara, kami ini pemerintah hanya memayungi saja, kita hanya membina, kuncinya pada masyarakat di Kalbar sendiri.” Ujar Cornelis, usai membuka Pengukuhan Pengurus Gapki Cabang Kalimantan Barat Periode 2017-2020 di Hotel Mercure, Jalan A Yani, Senin, (16/1).

Cornelis meyakini kalau masyarakat Kalbar tidak mudah dihasut, dan dirinya mengatakan, jika memang ada pihak tertentu yang mau menciptakan kondisi tidak kondusif di Kalimantan Barat maka akan berhadapan dengan aparat TNI dan Polri.

Menurut mantan Bupati Landak itu, selama ini, masyarakat Kalbar sangat menghargai toleransi antara sesama, sehingga ini perlu ditingkatkan dan jangan mau dipecah belah oleh masyarakat luar. Ditambahkannya, saat ini Kalbar sedang terancam intoleransi, dimana hal itu bisa memecah belah persatuan masyarakat yang selama ini telah dijaga. Untuk mencegah hal tersebut masyarakat diminta untuk tidak menjelek-jelekkan agama satu dengan yang lainnya, antara suku satu dan suku lainnya.

“Kita jaga saja agama kita masing-masing, amalkan setiap ajaran agama masing-masing, jangan gampang mengkafirkan suatu agama, karena kita lahir di dunia ini tidak bisa memilih untuk dilahirkan jadi agama apa dan suku apa. Begitu juga ketika kita mati, kita juga tidak tahu masuk neraka atau surga dari setiap agama yang kita peluk, karena yang paling penting dengan mengamalkan agama kita masing-masing saat ini, kita bisa hidup lebih baik,” tuturnya. Dirinya juga meminta agar masyarakat bisa menahan diri dari ajakan melakukan tindakan kekerasan atau merusak dari oknum-oknum tertentu yang dipastikan akan mengambil keuntungan dari keributan yang terjadi.

Selama menjabat Gubernur Kalbar, dirinya memastikan tidak pernah membeda-membedakan, suatu agama, suku atau golongan, karena sebagai pemimpin Kalbar, dirinya merasa seluruh masyarakat Kalbar menjadi tanggung jawabnya.

“Kalau ada yang bilang saya seorang yang fanatik terhadap agama, buktinya adik kandung saya yang di Bandung saat ini beragama Islam dan hubungan kami masih baik. Begitu juga dengan beberapa warga Dayak yang ada di Kalbar ini, juga banyak yang memeluk agama Islam dan saya tidak pernah mempermasalahkan hal itu, karena itu menyangkut keyakinan,” katanya.

Untuk itu, dirinya mengajak kepada seluruh masyarakat Kalbar untuk bersama-sama untuk mencegah orang luar Kalbar memecah belah persatuan yang telah terbina selama ini. “Biarkan saja mereka urus masalah mereka sendiri. Kita jangan terpancing dan jangan terpengaruh,” kata Cornelis.

Menanggapi penolakan terhadap Wasekjen MUI Tengku Zulkarnaen yang dilakukan Pemuda Dayak Kabupaten Sintang, Kamis minggu lalu, Cornelis yang juga Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) itu mengatakan bahwa, sebenarnya itu adalah akibat dari ucapan yang bersangkutan yang mengkafirkan orang lain, “Kami toleran, tapi mereka tidak toleran coba buka di youtube, para pendatang ini yang bikin masalah, kita di sini sudah aman tentram toleransi tinggi jangan mudah mengkafirkan orang,” ujar Cornelis kepada para wartawan.

Orang nomor satu di Kalbar itu juga bertanya kepada salah satu wartawan, bahwa selama ini, kehidupan masyarakat Kalbar aman dan damai, “Tanah Kalimantan Ini milik Dayak, bergabung dengan Indonesia 17 Agustus 1945, kita sudah jadi Indonesia, ya berfikir Indonesialah, jangan mudah terprovokasi, saya saja dikafir-kafirkan kok.” Ungkap Cornelis.

Dalam sebuah orasi di Youtube, Tengku Zulkarnaen selalu menyebutkan orang yang bukan Islam kafir, sehingga menimbulkan ketersinggungan masyarakat Dayak yang notabene non muslim, sehingga terjadilah penolakand di bandara Sintang, seperti ramai diberitakan, pun dalam penolakan tersebut massa yang menamakan dirinya Forum Pemuda Dayak Sintang tidak mengarah pada kelembagaan, tetapi pada personal (oknum).

Terhadap persoalan itu, mantan Camat Menjalin itu menyayangkan sikap pihak tertentu yang meluapkan kemarahan dengan menghina Suku Dayak, terhadap itu, pihaknya akan menempuh jalur hukum dengan membuat pengaduan juga ke polisi. “Makanya kita harus saling mengerti, saling paham, saling hormat dan saling menghargai, Kita orang sini (masyarakat Kalbar) yang jaga keamanan dan kedamaian, kita orang sini jangan mudah termakan provokasi, terkontaminasi, kuncinya kita di sini, bukan orang lain.” Kata Cornelis.

Media pun dimintanya untuk menyeleksi pemberitaan, “Berita-berita juga jangan yang memprovokasi. Kalau dijaga, yakinlah kita beres itu,” pungkasnya. ( Nasir Humas)

 


Oleh: (M. Nasir)

 

 

 
KANTOR GUBERNUR KALIMANTAN BARAT

Alamat: Jl. Ahmad Yani, Pontianak
Kode Pos: 78124
Telepon: +62(561)736541 atau +62(561)732001 ext. 110
Faksimile: (0561) 749702
e-Mail:
Website: www.kalbarprov.go.id