BERITA DAN KEGIATAN

Perlunya Perencanaan Strategis Ketahanan Pangan

Selasa, 22 Agustus 2017 07:12 WIB
Komentar 358 View

Gubernur Kalimantan Barat Cornelis ketika membuka Diklat Analisis Ketahanan Pangan dan Diklat Manajemen Perencanan Strategis di Provinsi Kalbar, tahun 2017. di Hotel Mercure Pontianak, Senin (21/8)

Masalah pangan adalah tantangan nomor satu di muka bumi, sehingga Pemerintah Kabupaten Kota harus punya data perencanaan strategis ketahanan pangan. "Kita mesti tahu apakah sagu bisa tumbuh dimana? Binatang peliharaan bisa hidup dimana? Harus sudah bisa dianalisis. Di Kabupaten kota harus punya data, terkait pangan dan setiap bulan harus diupdate", ujar Cornelis ketika Membuka Pendidikan dan Latihan Analisis Ketahanan Pangan dan Pendidikan Latihan Manajemen Perencanaan Strategis di Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2017, di Mercure Hotel, Pontianak, (21/8).


Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya menghitung beras, tetapi meliputi seluruh sektor sumber pangan yang bisa dikonsumsi, termasuk hasil hutan yang bisa dijadikan bahan pangan, karena apabila terjadi perang, atau krisis pangan dunia, maka tanaman pangan selain beras, seperti gadung, ubi, sukun dan lainnya bisa juga dikonsumsi.


Demikian juga apabila terjadi suatu bencana krisis pangan dunia, karena penduduk dunia ini sudah melebihi daya tampung bumi di atas tujuh miliar, bumi hanya menampung 3-4 miliar manusia, belum lagi perubahan iklim akibat gas rumah kaca, karena tanaman pangan juga dipengaruhi iklim, dan iklim sekarang tidak bisa ditebak karena ozon berlubang.


Sehingga kata Mantan Bupati Landak itu, untuk mewujudkan ketahanan pangan di suatu daerah perlu analisis yang akurat terhadap situasi geografis dan sosial, karena menghadapi perubahan iklim, ancaman terhadap pangan harus segera diantisipasi. Untuk mewujudkan ketahanan pangan, menurut Cornelis perlu juga kerjasama dalam bidang produksi, perdagangan dan distribusi pangan, pencegahan dan penanggulangan masalah pangan serta riset dan teknologi pangan. Karena ketahanan pangan berdimensi sangat luas dan melibatkan banyak sektor pembangunan, maka dilakukan pengembangan sumber daya manusia yang meliputi pendidikan dan pelatihan bidang pangan, penyebarluasan ilmu pegetahuan dan teknologi bidang pangan, penyuluhan bidang pangan serta peningkatan kerjasama dengan sektor lainnya. "Sinergi antar sektor, sinergi pemerintah dan masyarakat termasuk dunia usaha menjadi kunci keberhasilan pembangunan ketahanan pangan", ujar Cornelis.


Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Barat, Anggraito, mengatakan, Diklat ini akan dilaksanakan 21-25 Agustus 2017, dan menghadirkan narasumber Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI, dan Widyaiswara BPSDM Provinsi Kalbar. Untuk Diklat Analisis Ketahanan Pangan menurut Anggraito bertujuan membangun kesamaan persepsi dan sinergi aparatur pemerintah daerah dalam melakukan analisis ketahanan pangan. Peserta merupakan pejabat administrator dan pengawas yang menangani analisis ketahanan pangan serta fungsional analisis ketahanan pangan di lingkungan pemerintah provinsi dan Kabupaten kota se Kalbar. Sedangkan Diklat Manajemen perencanaan strategis dijelaskan Anggraito untuk meningkatkan kompetensi aparatur pemerintah dala penyusunan perencanaan strategis untuk pembangunan daerah. Peserta merupakan pejabat administrator dan pengawas serta fungsional perencana di lingkungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah pada pemerintah Provinsi dan Kabupaten kota se Kalbar. (Humas Prov)

Oleh: (M. Nasir)

 

 

 
KANTOR GUBERNUR KALIMANTAN BARAT

Alamat: Jl. Ahmad Yani, Pontianak
Kode Pos: 78124
Telepon: +62(561)736541 atau +62(561)732001 ext. 110
Faksimile: (0561) 749702
e-Mail:
Website: www.kalbarprov.go.id