BNNP Kalbar Gelar Rakor Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba

Image

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalbar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Instansi Pemerintahan Tahun 2020 di Hotel Mercure Pontianak, Selasa (11/2).

Kepala BNN Prov Kalbar Brigjen Pol Suyatmo mengatakan masalah penyalahgunaan narkoba di dunia masih menjadi suatu masalah penting di berbagai negara yang berpotensi merusak sumber daya manusia dimanapun dan kapanpun. 

Menurut Laporan Nakotika Dunia, Word Drugs Report 2017, estimasi jumlah penyalahguna narkotika di dunia (usia 15-69 tahun) sebesar 255 juta dengan angka kematian 190.000 mati per tahun atau 512 pecandu mati per hari. Mayoritas pecandu (74%) menyalahgunakan narkotika jenis ganja dan 800 narkotika jenis baru yang beredar ke berbagai negara.

Sementara menurut hasil survey Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika oleh BNN dan Puslitkes UI (2018) di 34 Provinsi di Indonesia, angka prevalensi penyalahgunaan narkotika sebesar 2,1 % atau diestimasikan 3 juta penduduk Indonesia usia 10-59 tahun menyalahgunakan narkotika, dengan angka kematian 30 orang per hari.

"Dampak penyalahgunaan narkotika dirasakan sangat meresahkan ketertiban masyarakat akibat tindak kriminal yang dilakukan pecandu narkotika dan sindikat narkotika," kata Brigjen Pol Suyatmo, saat membuka Rakor Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Instansi Pemerintahan Tahun 2020 di Hotel Mercure Pontianak.

Kemudian, Berdasarkan survey BNN dan LIPI 2018 pada 13 Provinsi di Indonesia dengan populasi penelitian adalah pekerja, pelajar, dan ibu rumah tangga. 

Dari hasil penelitian tersebut didapatkan bahwa angka prevalensi setahun terakhir pada lingkungan pekerja sebesar 2,1 % atau setara dengan1,51 juta jiwa. Pada kalangan pelajar dan mahasiswa didapatkan didapatkan angka prevalensi sebesar 3,21 % atau setara dengan 2,297,492 orang.

"Fakta dan data di atas adalah sebagian kecil dari kondisi darurat narkotika di Indonesia, namun jika dilihat dari sisi ketersediaan narkotika dengan pendekatan keamanan dan ketahanan bangsa, masalah narkotika di Indonesia, jauh sangat mengkhawatirkan, mulai dari masalah kutivasi ganja yang ditanam di Aceh (487 hektar) sampai perbatasan Papua dari muli ditanam di hutn hutan lindung sampai indoor di hotel dan apartemen," jelasnya. 

Dengan kondisi negara kita darurat narkoba sebagaimana yang disampaikan oleh Presiden RI, sudah selayaknya kita berupaya semaksimal mungkin untuk bersinergis dalam dan selaras dalam menangani penyalahgunaan dan peredaran gelap nerkotika sesuai dengan tugas dan fungsi kita masing masing. 

"BNNP Kalbar sengaja mengundang kita dalam rangka berkoordinasi terkait program dan kegiatan P4GN yang sekiranya dapat dilaksanakan di masing masing OPD," pintanya. 

Rapat Kerja ini untuk menyelaraskan Program dan Kegiatan P4GN di lingkungan Instansi Pemerintah khususnya Pemerintah Daerah Provinsi Kalbar dalam rangka pelaksanaan Rencana Aksi Daerah (RAD) tahun 2020, melalui penganggaran  pada OPD masing-masing. Mendorong percepatan terbentuknya “Desa Bersinar” (Desa Bersih Narkoba) melalui program/kegiatan yang sasaran pelaksanaannya mengarah kepada desa (kelurahan) serta mendukung terbentuknya satgas / penggiat Anti Narkoba di setiap OPD dalam rangka memfasilitasi pelaksanaan dan pelaporan kegiatan P4GN. (Maria.W)


Oleh: (Suriyansyah)

 

 

Share this Post: