Gubernur Kalbar: Saya Tidak Mendukung Kandidat Siapapun Dalam Pilkada Ini

Image

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Barat menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Pemilu Kepala Daerah di Hotel Kapuas Palace Pontianak, Senin (24/02/2020).

Kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur Kalbar, H, Sutarmidji, S.H, M.Hum, Ketua KPU Provinsi Kalbar, Ramdan, S.Pd.I., M.Pd. BAWASLU Kalbar perwakilan KPU dan BAWASLU Kabupaten, Kesbangpol Kabupaten, Kepala OPD Kalbar  dan  Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) di Kalbar.

Ketua panitia pelaksana, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri, Kesbangpol Kalbar, A. Caha mengungkapkan rakor ini dilaksanakan untuk melakukan koordinasi persiapan Pilkada dengan instansi terkait.

“Rakor ini juga mensinergikan langkah antara pemerintah daerah yang akan melaksanakan pilkada dengan pemprov Kalbar,” kata A. Caha.

Dalam sambutanya Gubernur Kalbar, H, Sutarmidji menilai Bahwa kunci keberhasilan dalam pilkada ataupun pemilu ialah kualitasnya meningkat, satu diantara parameter ialah kondusifitas. Kalbar  ada tujuh daerah yang akan melaksanakan pilkada 2020. Ketujuh daerah itu ialah Sambas, Bengkayang, Sekadau, Sintang, Melawi, Kapuas Hulu dan Ketapang.

“Iklim kondusif tidak tergantung penyelenggara, tergantung sejauh mana menjaga netralitas, yang paling berat bukan mengatur masyarakat, namun paling berat adalah mengatur ASN, netralitas ASN,” ucapnya

Selain itu, Gubernur Kalbar H, Sutarmidji pun meminta agar penyelenggara pemilu dijajaran bawah dapat memperbaiki kinerja.

“KPU saya lihat sudah melaksanakan tugas-tugas dengan baik, namun Panwas perlu meningkatkan, Bawaslu Provinsi mungkin sudah baik, tapi ditingkat bawah belum,” terangnya.

Mantan Walikota dua periode ini pun berharap, Agar penyelesaian kasus-kasus terhadap penegakan hukum Pemilu dan Pilkada dapat benar-benar selesai dan tidak terhenti ditengah jalan.

Mengenai calon perseorangan, Gubernur Kalbar H,Sutarmidji pun berharap agar penyelenggara tegas dan tidak ada tekanan dari pihak manapun.

“KPU dan Bawaslu juga harus tegas, jangan ada kompromi, jangan ada ruang mempermudah dan ruang mempersulit,” jelasnya.

Gubernur Kalbar juga menjelaskan,  jika ujian pemilu di Kalbar ialah saat Pilgub 2018. Namun, semua kondusif karena peserta dapat dewasa menyikapi dinamika yang ada.

“Ujian bagi Kalbar yang multi etnis ketika Pilgub kemarin, tapi kita bisa kondusif, masalah riak-riak kecil biasa, nah kenapa kondusif ya tergantung pesertanya,” tuturnya.

“Intinya penyelenggara bisa membuat itu transparan betul dan tidak ada kecurigaan, dibidang keamanan juga harus mengetahui benar calon, bisa mendeteksi, namun saya yakin dengan pengalaman yang ada, penyelenggaraan Pilkada di Kalbar bisa berjalan dengan tertib,”terangnya.

Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji kembali menegaskan kepada ASN untuk tetap menjaga netralitas dalam pelaksanaan pilkada. Ia juga menyampaikan kepada masyarakat bahwa selaku Gubernur Kalbar tidak mendukung pasangan kandidat siapapun dalam Pilkada ini.

“ASN harus independen, karena jika dia independen karirnya bagus, bisa dimana saja,” terangnya.

“Saya serius ya, bukan gertak semata, kalau ada kedapatan ASN yang mendukung atau berpihak pada pasangan Calon dalam Pilkada, saya pastikan akan ditindak,” tegasnya.

“Saya sebagai gubernur kalau ada misalnya pasangan calon merasa didukung oleh saya itu klaim sepihak,” Pungkasnya.

Kepada peserta Pemilu dan Pilkada Gubernur Kalbar berpesan agar selalu menjaga kondusifitas, melakakukan kampanye yang cerdas, untuk debat program, berikan solusi yang rasional agar mudah diterima masyarakat, jangan menyerang personal, dan mempertimbangkan kembali kampanye terbuka. (Afd)

 


Oleh: (Suriyansyah)

 

 

Share this Post: