Gubernur Lantik 6 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemprov Kalbar

Image

Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat H. Sutarmidji, SH, M.Hum melantik 6 orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar, Senin (6/1/2020).
Berdasarkan Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 821.22/04/BKD-B Tahun 2020, Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dari dan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat tanggal 3 Januari 2020, 6 orang Pejabat Tinggi Pratama yang dilantik merupakan tindak lanjut dari perubahan Peraturan Daerah tentang Susunan Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Tiga pejabat yang baru dilantik Kepala Dinas Perkebunan, Heronimus Hero, S.P, M.Si, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura, Ir. Florentinus Anum, M.Si, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Ir. Adi Yani, M.H dan Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalbar, Dra. Mahmudah, M.M.

Sedangkan dua Kepala Biro yang dilantik adalah Kepala Biro Administrasi Pembangunan Sekda Kalbar, Dra. Linda Purnama, M.Si dan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekda Kalbar, Drs. Raminuddin,M.Si

Gubernur menyebut, perombakan besar-besaran itu, sejatinya hanya pergeseran dan pengukuhan untuk penyesuain atas perubahan nomenklatour Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“BPKPD sekarang pisah dua. Kepala BPKPD yang lama, lebih cocok di Disependa karena pengalaman. Kemudian kalau (Dinas) Kehutanan kan sudah lama kosong. Plt sudah lebih dari enam bulan,” kata Sutarmidji saat diwawancarai usai pelantikan.

Begitupun pergantian Kepala Dinas Lingkungan Hidup yang kini dilebur dengan Dinas Kehutanan. Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Adi Yani yang baru dilantik, dinilai punya pengalaman. “Kita ambil dari Lingkungan Hidup. Supaya genah (jelas),” ujar Gubernur.

Sedangkan pergantian Kepala Dinas Perkebunan dan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura kata Gubernur, hanya bertukar posisi saja.

“Kita berharap, perubahan ini bisa mengurangi masalah pertanian tradisional masyarakat kita. Supaya tidak polemik lagi. Kepala Dinas Perkebunan dan Kepala Dinas Pertanian. Sudah harus paham tugas dan fungsinya.”tutup Gubernur Kalbar (Syarif Abdal/Syf)

 


Oleh: (Wiwin Sutiana, ST)

 

 

Share this Post: