Dinkes Kalbar dan UNICEF Indonesia Kolaborasi Tingkatkan Cakupan Vaksinasi Covid-19

Image

PONTIANAK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Barat, dengan dukungan UNICEF Indonesia bekerja sama untuk meningkatkan cakupan vaksinasi COVID-19 di Kalimantan Barat.

Pertemuan untuk mempromosikan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap manfaat vaksin COVID-19 diselenggarakan di Pontianak bersama lembaga-lembaga lintas sektoral.

Kolaborasi ini juga melibatkan tim percepatan vaksinasi COVID-19 dari 14 Kabupaten dan Kota di Kalbar, tokoh masyarakat, tokoh agama, tim promosi kesehatan hingga tenaga kesehatan di tingkat Puskesmas.

“Penerimaan dan pelaksanaan vaksinasi di Kalimantan Barat, terutama di daerah dengan cakupan yang rendah, diharapkan dapat meningkat melalui penguatan sosialisasi ini,” kata Kepala Dinkes Kalbar Horisson, M.Kes, Selasa (28/9).

Kepala Dinkes Kalbar juga mengatakan, saat Menteri Kesehatan pada kunjungan ke Provinsi Kalbar kemarin, Kemenkes RI telah menyediakan vaksin sebesar 406.000 dosis untuk Provinsi Kalimantan Barat.

” Kami harapkan, dengan tambahan vaksin ini, Kabupaten/Kota di Provinsi Kalbar dapat meningkatkan cakupan vaksinasi,” harap Horrison.

Sementara, Kepala Dinkes Kota Pontianak dr Sidiq Handanu Widoyono, M.Kes mengatakan jumlah peminat vaksinasi di sentra vaksinasi Kota Pontianak diperkirakan akan mulai berkurang ketika sudah cakupan vaksinasi  mencapai 60 persen.

“Hal ini diindentifikasi adanya masyarakat yang belum percaya untuk divaksinasi,” kata dr Sidiq Handanu Widoyono, M.Kes.

Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda KIPI) dr Alphin Alfian Sinaga, SpA, mengajak untuk mempromosikan bahwa vaksinasi covid ini sangat penting.

“Vaksinasi ini telah terbukti efektif, dan melakukan protokol 5M (mengunakan masker, menjaga jarak mencuci tangan , mengurangi mobilitas, menjauhi  kerumunan) akan mencegah kita dari penyakit covid,” jelas Alphin Alfian Sinaga, SpA.

Waka Kesdam XII/Tanjungpura dr Sumanta Sembiring, SpB menyatakan Kodam XII/Tpr melalui  team Vaksinator Kesdam XIITpr mendukung percepatan vaksinasi covid 19 di Provinsi Kalimanatan Tengah & Provinsi Kalimantan Barat.

“Kegiatan ini akan terus dilakukan untuk mendukung pencapaian herb immunity di Provinsi Kalimantan Tengah & Provinsi Kalimantan Barat,” kata dr Sumanta Sembiring, SpB.

Sekretaris Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Provinsi Kalimantan Barat H Muhammad Sani menyatakan siap mendukung dan siap memprogramkan vaksinasi Covid-19 melalui Mubaligh dan Pengurus Masjid di Masjid Masjid di Kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat.

“Pelaksanaan vaksinasi covid tidak dilakukan semata mata dengan struktural tetapi juga dengan kultural,” ujar H Muhammad Sani.

Menurut World Health Organization (WHO), komunikasi risiko yang efektif dapat membuat masyarakat yang berisiko paham dan beradapatasi dengan perubahan perilaku.

Dalam konteks COVID-19 dan program vaksinasinya, komunikasi risiko memiliki peran penting dalam pertukaran infomrasi yang bersifat saran dan opini secara aktual dan relevan secara waktu antara ahli, pemimpin masyarakat atau perwakilan dan masyarakat yang berisiko.

UNICEF, melalui Kepala Kantor Perwakilan NTT dan NTB, Yudhisthira Yewangoe menyatakan bahwa tantangan utama dalam perkembangan pemberian vaksinasi di Kalimantan Barat adalah Keadaan geografis yang menantang dan ketersediaan stok vaksin.

“Untuk meningkatan cakupan imunisasi ini dibutuhkan kesadaran masyarakat dan Kerjasama lintas sektor.” kata Yudhisthira Yewangoe.

Dikatakannya, Demand creation atau meningkatkan minat dan permintaan masyarakat terhadap vaksin Covid-19 sangat berkaitan dengan komunikasi antarpribadi. T

“Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk
memperkuat keahlian juru kampanye dan komunikator. Partisipan berlatih untuk menyusun strategi kampanye yang efektif sesuai dengan target sasaran vaksinasi COVID-19. Rencana tindak lanjut dari kegiatan ini telah disusun oleh partisipan untuk melaksanakan kampanye di kecamatan dan desa,” ujarnya.

UNICEF memimpin pelaksanaan bersejarah Covid-19 dengan target menyediakan 2 miliar vaksin untuk didistribusikan ke negara-negara yang berpartipasi dalam fasilitas COVAX hingga akhir 2021, termasuk ke Indonesia. Indonesia adalah anggota penting dalam COVAX dan diwakili oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sebagai Ketua Bersama COVAX AMC Engagement Group.

Tentang UNICEF

UNICEF bekerja di beberapa tempat terberat di dunia, untuk menjangkau anak-anak yang paling kurang beruntung di dunia. Di lebih dari 190 negara dan wilayah, kami bekerja untuk setiap anak, di mana saja, untuk membangun dunia yang lebih baik bagi semua orang. (Rinto/Syarif)

 


 

 

 

Share this Post: