Gubernur Kalbar: Pentingnya Pendampingan Dokter Olahraga dalam Meningkatkan Kualitas Tahfiz Al Quran

Image

PONTIANAK –  Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji, S.H., M.Hum., menghadiri sekaligus membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah (RAKERDA)  ke-IV Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provisi Kalimantan Barat Tahun 2022 serta penandatangan Mou antara Ketua umum LPTQ Provinsi Kalimantan Barat  dengan  Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Pontianak, di Ballroom Hotel Grand Mahkota Pontianak, Senin (21/3/2021).

Rakerda ini diselenggarakan dalam rangka pengembangan program kerja kelembagaan dan menyamakan persepsi untuk meningkatkan mutu para tahfiz Al Quran dan uji kompetensi wisuda tahfiz di Provinsi Kalimantan Barat.

Dalam sambutannya, Ketua Umum LPTQ Provinsi Kalimantan Barat, Kombes Pol Drs. H. Andi Musa, menyampaikan gagasan baru sangat diperlukan dalam membina dan memajukan Tilawatil Quran di Kalimantan Barat. Untuk itu, diperlukan adanya sinergitas antara Ketua LPTQ kabuaten/kota, serta melakukan pembenahan untuk memiliki terobosan baru pada masa kini hingga masa yang akan datang

Seperti diketahui, Program 5.000 Tahfiz Al Quran yang dicanangkan Gubernur Kalimantan Barat saat ini berada dibawah Bidang Pembinaan LPTQ Provinsi Kalimantan Barat yang diikuti oleh beberapa pesantren yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Kalbar dengan jumlah peserta 8.723 dalam proses menghafal.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Barat menyampaikan perlu ada uji kompetensi para tahfiz Al Quran dalam melantunkan ayat-ayat suci Al Quran untuk menghasilkan bacaan yang sempurna dengan melatih pernafasan dalam membaca ayat suci Alquran, serta perlu ada  pendampingan dokter olahraga sebagai tempat untuk konsultasi kesehatan.

“Tidak semua orang mempunyai nafas panjang. Untuk seorang qari yang tampil dihadapan publik, meskipun tidak semua, sering kita jumpai mencuri nafas disela-sela bacaannya, disitulah pentingnya trik pengaturan pernafasan. Pendampingan dokter olahraga sangat penting dalam dalam proses menghafal sebagai tempat berkonsultasi cara mengolah  pernafasan perut, dada, atau diafragma,”  ungkap Gubernur

Kemudian, H. Sutarmidji juga menegaskan pentingnya olah raga dengan disertai mengatur pola makan adalah bagian yang tak dapat dipisahkan. 

“Olahraga itu penunjang dalam melatih pernafasan, sehingga terbiasa mengolah nafas yang baik disela-sela bacaan, kemudian perhatikan pola makanan. Makan makanan yang digoreng akan menimbulkan batuk, serak dan sebagainya, sehingga itu juga akan mempengaruhi suara. Perbanyak minum air putih karena bermanfaat bagi kelancaran suara dan sistem pernafasan.”
Menerapkan teknik pernapasan yang tepat bagi para penghafal Al Quran yang sedang dalam prosesnya dapat mengontrol pernafasan yang sempurna, sehingga menghasilkan suara lantunan ayat suci Al Quran yang merdu dan enak didengar, serta berkualitas. (ted)


Oleh: (Novi Muharrami,S.S)

 

 

Share this Post: