KREASIMUDA Kalbar Dorong Capaian IKI

Image

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) sangat memperhatikan dunia pendidikan, terutama di bidang infrastruktur. Hal yang mustahil seorang anak bisa berhasil di dunia pendidikan jika infrastruktur dan fasilitasnya tidak memadai. 

Hal itu menjadi dasar bagi Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., ketika  mengambil kebijakan menggratiskan biaya sekolah untuk 142.000 orang  siswa/i jenjang SMAN/SMKN/SLBN di seluruh Kalimantan Barat dan akan memberikan bantuan bagi siswa/i yang tidak mampu.

"Kepedulian sosial harus diperhatikan. Saya tidak mau lagi melihat ada anak yang memakai sepatu tidak layak dan sebagainya. Saya juga sudah pesan agar siswa segera melaporkan kepada guru jika menemukan teman yang tidak mampu agar segera diberikan bantuan. Untuk di wilayah kota, permasalahan sekolah hampir 100% selesai. Hanya di daerah yang harus menjadi perhatian saat ini," jelas Gubernur Kalbar.

Sebelumnya, saat mengawali sambutan sekaligus membuka acara KEJAR Prestasi Generasi Muda Indonesia Provinsi Kalimantan Barat di Hotel Mercure Pontianak, Gubernur Kalbar memberikan pantun kepada para pelajar dan tamu undangan yang hadir. 

“Ke Jawa Barat membeli kecimpring, 
Ke Kalimantan Barat ada pisang kepok, 
Semua pelajar harus punya rekening, 
Yang belum punya rekening termasuk generasi sepok,”  

Selanjutnya, Gubernur menyampaikan 1 dari 4 variabel kesuksesan seseorang, yaitu disiplin.

"Dengan memiliki rekening bagi para pelajar, itu sudah termasuk dari indikator atau variabel kesuksesan, yaitu disiplin,".

Terselenggaranya kegiatan "KREASIMUDA Provinsi Kalimantan Barat" Program Satu Pelajar Satu Rekening (KEJAR) atas kerjasama antara Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Provinsi Kalimantan Barat bersama Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Barat diyakini bisa menjadi salah satu upaya Pemprov Kalbar dalam mendorong peningkatan capaian Indeks Inklusi Keuangan sebesar 90% di Tahun 2024 yang sudah dimulai dengan terbitnya Surat Edaran Gubernur Kalimantan Barat sejak Tahun 2020.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalbar, Maulana Yasin, mengatakan kegiatan ini bertujuan mengedukasi para pelajar terkait program yang diselenggarakan pihaknya, yaitu Satu Pelajar Satu Rekening (KEJAR).

"Hari ini kami membukakan rekening di berbagai bank yang terjalin kerja sama, seperti BNI, BTN, Mandiri, Bank Kalbar, dan juga BSI, kepada 100 orang pelajar. Kami berharap program ini bisa diikuti oleh sekolah-sekolah yang lain agar setiap siswanya membuka rekening di perbankan," kata Kepala OJK Kalbar.

Maulana  juga mengutarakan bahwa target defisit keuangan sebesar 90% dapat direalisasikan ke seluruh masyarakat di tahun 2024. Namun, untuk saat ini pihaknya berkonsentrasi kepada pelajar agar paham terhadap produk- produk jasa keuangan. 

“Hingga saat ini sudah ada 208.000 rekening baru yang dibukakan untuk ajaran baru di seluruh Kalimantan Barat. Target kami bisa mencapai 100% di akhir tahun 2022," ujarnya.(rfa)


Oleh: (Novi Muharrami,S.S)

 

 

Share this Post: