Nilai STBM Masih Rendah, UPB Pontianak dan Balitbang Provinsi Kalbar Lakukan Penelitian

Image

Pontianak- Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak bersama Balitbang Provinsi Kalimantan Barat melakukan penelitian tentang Sanitasi air bersih dan MCK di dua daerah di Kalbar, satu diantaranya adalah di Kota Pontianak sebagai ibukota Provinsi Kalbar.

Ketua Tim Peneliti, Muji Listyo Widodo menjelaskan, dasar penentuan lokasi penelitian adalah  hasil dari pelaksanaan sanitasi total berbasis masyarkaat (STBM) di daerah Kalbar yang terdapat dua wilayah nilainya masih rendah, yaitu Kabupaten Sintang dan Kota Pontianak berada di urutan kedua. “Jadi garis merah, bahwa kita ingin memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah berupa rekomendasi yang berkaitan dengan sanitasi air bersih dan MCK," ujarnya.

Pernyataan tersebut dirinya sampaikan saat Focus Group Discussion (FGD) tentang Kebijakan Strategis Pendidikan Sanitasi (Air Bersih dan MCK) Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Dalam Mendukung Indeks Kualitas Lingkungan Hidup, di gedung Graha Panca Bakti, UPB Pontianak, Rabu 31 Agustus 2022.

Ia mengatakan untuk meningkatkan indeks kualitas air. Dengan meningkatnya indeks kualitas air, maka akan membantu meningkatkan indeks kualitas lingkungan hidup, karena indeks lingkungan hidup itu terdiri dari indeks kualitas air, indeks kualitas udara dan pangan. “Jadi kita membantu meningkatkan indeks lingkungan hidup. Karena Kalimantan Barat ini masih masuk 20 provinsi yang nilai indeks lingkungan hidup masih belum memenuhi target,” imbuhnya.

Widodo menyampaikan, terdapat beberapa tujuan dari penelitian yang dlakukan itu. Diantaranya adalah ingin mengetahui kondisi indeks kualitas air, apakah kualitasnya tercemar atau memenuhi baku mutu.  Kemudian tujuan yang kedua adalah ngin mengetahui pola STBM yang diterapkan di lingkungan masyarakat, apakah berjalan lancar atau tidak.

Ketiga, dari hasil penelitian ini akan memberikan Rekomendasi kepada pemerintah berupa kebijakan yang strategis untuk mengatasi persoalan tersebut. “Saat ini masih dalam tahap pengumpulan data. Karena dalam peneitiani ini ada observasi lapangan wawancara mendalam di lapangan, studi literature dan FGD dalam pengumpulan data, target penyelesaian September 2022,” jelasnya.

Kepala Balitbang Provinsi Kalbar, Dr. Herkulana Makkaryani menyampaikan, bahwa pihaknya berkolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta di Kalbar dalam melakukan penelitian untuk kemajuan pembangunan daerah. Hal tersebut sebagai bentuk untuk mendorong untuk peningkatan IPM dan Indeks lingkungan hidup meningkat.

Ia tak memungkiri, bahwa indeks pembangunan manusia (IPM) di Kalbar masih rendah dan kualitas lingkungan hidup masuk dalam katagori sedang. “Ini dipengaruhi oleh aspek kesehatan, jika digali lebih mendapalam salah satunya adalah disebabkan oleh sanitasi air bersih dan MCK,” ungkapnya.

“Masih banyak masyarakat di Kalbar yang masih belum mendapatkan air bersih dan beberapa tidak menggunakan kriteria jamban sehat. Maka kita juga mencegah MCK di bantaran sungai supaya tidak mencemari air sungai,” imbuhnya.

Hasil dari penelitian itu akan ditindaklanjuti dengan memberikan suatu rekomendasi kebijakan kepada pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Sehingga hasil peneitian ini akan disampaikan kepada Perangkat daerah untuk ditindaklanjuti sebagai data dan informasi untuk perencanaan pembangunan. “Kita harapkan dengan adanya penelitian ini bisa masuk dalam program kerja pemerintah daerah dalam memajukan kalbar,” ucapnya.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPKM) Universitas Panca Bakti (UPB) Pontianak, Ir. Hj. Sri Andayani menyampaikan, bahwa hal ini merupakan salah satu bentuk implementasi Tridarma bagi para Dosen UPB. Sebagaimana diketahui, Tridarma itu meliputi pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Harapannya supaya dosen-dosen membantu kita ini bisa membantu pembangunan di Kalbar melalui. Dalam pelaksaanaan di lapangan Kita juga libatkan mahasisswa  dalam pengambilan data sekunder juga melibatkan mahasiswa. Turun langsung ke lapangan. Hal ini juga selaras dengan program pemerintah yaitu merdeka belajar,” jelasnya. (*)

Sumber : Tribun Pontianak

Share this Post: