Temu Akbar Karang Taruna Sambas, Sutarmidji Ajak Kuasai Data untuk Efisiensi Kebijakan

Image

SAMBAS - Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., dengan didampingi Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H., beserta jajarannya menghadiri kegiatan Temu Akbar Pilar Sosial se-Kabupaten Sambas dalam rangka Bulan Bhakti Karang Taruna ke-62 Tahun 2022 di Aula Kantor Bupati Sambas, Minggu (25/9/2022). Pertemuan ini selain merupakan ajang silaturahmi, juga penyamaan persepsi dalam penyusunan program organisasi karang taruna se kabupaten Sambas.

Gubernur menegaskan bahwa kedepannya anak muda harus menguasai lingkungan, salah satunya dengan menguasai data yang aktual dan terpercaya dalam pelaksanaan program apapun. Hal ini agar arah kebijakan yang diambil tepat dan efisien.

"Seperti Kita ketahui, PAD Kalbar pada tahun 2018 adalah 1,7 triliun. Saya anggap terlalu kecil. Sehingga kemudian seluruh potensi pajak dan retribusi saya pelajari. Tahun ini PAD kita bisa mencapai 2,8 triliun tanpa tarif pajak baru, tanpa kenaikan pajak, tanpa retribusi baru dan kenaikan retribusi. Kemudian Pajak air permukaan sebelumnya ditargetkan 800 juta - 1 miliar saja, padahal banyak pertambangan banyak dimana - mana termasuk perkebunan sawit juga. Akhirnya saya targetkan 20 miliar. Nah, sekarang sudah mencapai 18 miliar, dan akhir tahun saya yakin diatas 20 miliar", jelas Sutarmidji dalam arahannya.

Orang nomor satu di kalbar ini mengajak semua elemen untuk selalu yakin dan optimis dalam melakukan perubahan ke hal yang lebih baik dan jangan dipolitisir, juga mentaati tata tertib/aturan yang sudah berlaku.

"Artinya apapun yang kita mau bisa, cuma kadang terlalu sering berpikir pesimis, kemudian suka membahas hal-hal yang kurang bermanfaat. Dan ingat, di organisasi manapun termasuk pemerintahan, kita harus patuh pada pakem (aturan tata kelola/AD ART) yang sudah ada. Suka tidak suka itulah aturannya", tegas Sutarmidji.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Sutarmidji juga menyerahkan bantuan sepeda, bantuan pendidikan dan sembako yang berasal dari dompet ummat yang diusung oleh Gerakan Peduli Sesama dan perlengkapan sekolah oleh Komunitas Belajar Sedekah. (Adpim)


Oleh: (Novi Muharrami,S.S)

 

 

Share this Post: