Wagub Kalbar Hadiri Rakor Nasional Penanggulangan Bencana Secara Virtual

Image

PONTIANAK - Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., menghadiri Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021 yang dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, secara virtual, bertempat di Ruang Data Analisis Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (3/3/2021).

Tujuan dari rapat ini adalah menguatkan koordinasi dan sinergi terhadap penyelenggaraan penanggulangan bencana, dengan tema “Tangguh Hadapi Bencana”.

Dalam sambutannya, Presiden RI mengatakan kita harus bekerja cepat, berinovatif dan mengharuskan bekerjasama dengan semua pihak.

Dia juga menyampaikan bahwa Negara Indonesia adalah negara yang rawan terhadap bencana, baik dari segi bencana hidro meteorologi maupun bencana geologi.

“Setahun kemarin kita menghadapi 3200 bencana, perhari kurang lebih 9 bencana. Bukan sebuah angka yang kecil tapi cobaan dan ujian tantangan itu yang harus kita hadapi,” ungkapnya.

Presiden ketujuh Indonesia itu juga menambahkan bahwa Indonesia sekali lagi menduduki peringkat pertama. Hal ini dikarenakan jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar, sehingga risiko korban yang terjadi saat ada bencana juga besar.

“Saya melihat kunci utama dalam mengurangi risiko bencana adalah terletak pada aspek pencegahan dan mitigasi bencana. Ini yang saya sampaikan berulang-ulang, pencegahan-pencegahan jangan terlambat. Kita harus mempersiapkan diri dengan antisipasi yang betul-betul terencana dengan baik,” tegas Presiden.

Presiden meminta kebijakan nasional dan daerah harus sensitif terhadap kerawanan bencana dan Indonesia sendiri sudah memiliki rencana induk tentang penanggulangan bencana 2020-2024 melalui Perpres 87 Tahun 2020.

“Jangan ada bencana, baru kita pontang-panting, ribut atau bahkan saling menyalahkan. Yang utama adalah pelaksanaan di lapangan karena itu yang dilihat oleh rakyat,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalbar menjelaskan bahwa Kalbar sangat rentan pada bencana banjir dan tanah longsor. Namun demikian, saat ini Kalbar sedang menghadapi karhutla di mana lebih dari 500 hektar lahan terbakar.

“Sekarang yang sedang kita hadapi saat ini kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di mana kurang lebih 500 hektare terbakar, daerah yang paling banyak terbakar Kubu Raya dan Mempawah kemudian Ketapang,” tutup Wagub Kalbar.

 

Rep.: Wanda
Oleh: (Novi Muharrami, S.S)

 

 

Share this Post: