
GUBERNUR KALBAR PINTA PT JAMKRIDA TINGKATKAN KEUNTUNGAN JANGKA PANJANG
No : 122 /RO-ADPIM/2025
Ket : Publish
GUBERNUR KALBAR PINTA PT JAMKRIDA TINGKATKAN KEUNTUNGAN JANGKA PANJANG
PONTIANAK - Bertempat di ruang Kerja Gubernur Kalimantan Barat, Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H. menerima audiensi dari Pimpinan PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Kalimantan Barat, Jum'at (14/3/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kalimantan Barat menyambut baik kedatangan Komisaris Utama PT Jamkrida Kalimantan Barat di ruang kerjanya serta menyampaikan ucapan terima kasih atas kesediaan untuk hadir melaksanakan audiensi.
"Saya harap PT Jamkrida harus Profit, hitung keuntungan jangka panjang sehingga Badan Usaha Milik Daerah dapat memberikan Pendapatan Asli Daerah sehingga dapat bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat," harap Gubernur Kalbar, Norsan.
Sementara itu, usia audiensi, Komisaris Utama PT Jamkrida Kalbar, Timotius, ST, CFC., mengatakan pertemuan bersama Gubernur Kalimantan Barat membahas pra Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Jamkrida Tahun buku 2024.
"Memang itu menjadi kelaziman bahwa sebelum pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham itu sendiri kita harus terlebih dahulu memberikan paparan kepada Pak Gubernur sebagai saham pengendali," jelasnya.
Seperti kita ketahui bersama bahwa Tugas dan Fungsi Jamkrida Menurut Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang Perusahaan Penjaminan adalah untuk menunjang kebijakan Pemerintah, terutama dalam rangka mendorong kemandirian usaha dan pemberdayaan dunia usaha khususnya Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi serta usaha prospektif lainnya kepada sumber pembiayaan.
Selain itu. Jamkrida juga berfungsi sebagai lembaga yang memberikan penjaminan pinjaman yang disalurkan oleh Koperasi Simpan Pinjam atau Koperasi yang mempunyai Unit Usaha Simpan Pinjam kepada anggotanya, mendorong pertumbuhan pembiayaan dan terciptanya iklim usaha yang kondusif bagi peningkatan sektor ekonomi strategis, meningkatkan kemampuan produksi nasional yang berdaya saing tinggi dan yang memiliki keunggulan untuk ekspor, mendukung pertumbuhan perekonomian nasional serta meningkatkan tingkat inklusivitas keuangan nasional. (Irf/irm)