
PEMPROV KALBAR DUKUNG BKKBN KALBAR PERKUAT SINERGI TEKAN STUNTING DAN TINGKATKAN IPM DI KALBAR
No : 104 /RO-ADPIM/2025
Ket : Publish
PEMPROV KALBAR DUKUNG BKKBN KALBAR PERKUAT SINERGI TEKAN STUNTING DAN TINGKATKAN IPM DI KALBAR
Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., menerima audiensi Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Barat yang baru Nuryamin beserta jajaran di Ruang Kerja Gubernur Kalbar, Rabu (5/3/2025).
Usai audiensi Nuryamin menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalbar dalam menjalankan program prioritas nasional, terutama penanganan stunting dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Kami melakukan diskusi santai dengan Pak Gubernur, sekaligus melaporkan keberadaan saya sebagai Kepala BKKBN Kalbar yang baru. Saya sampaikan bahwa kami siap membantu dan mensukseskan program-program beliau, termasuk visi-misi Presiden,” kata Nuryamin.
Dalam pertemuan tersebut, Nuryamin juga membahas berbagai kebijakan terkait transformasi BKKBN yang kini telah berstatus kementerian. Perubahan ini memperluas cakupan kerja, termasuk dalam pelaksanaan program-program strategis di daerah.
Salah satu fokus utama yang dibahas adalah upaya percepatan penurunan angka stunting di Kalbar. Dirinya melaporkan dan mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan Pemprov Kalbar di bawah kepemimpinan Pj Gubernur Harisson.
“Kami melihat ada progres dalam penurunan angka stunting, dari 27 persen menjadi 24 persen. Namun, target kami ke depan adalah menurunkan angka ini seminimal mungkin,” ujarnya.
Selain itu, BKKBN Kalbar juga akan bersinergi dengan Dinas Kesehatan dalam program penyediaan makanan bergizi (MBG) bagi keluarga berisiko stunting, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam diskusi ini, Gubernur Ria Norsan turut menyoroti posisi IPM provinsi yang masih berada di peringkat 30 dari 38 provinsi. Padahal, menurutnya, Kalbar mencatat pertumbuhan ekonomi yang cukup baik. Namun, pertumbuhan tersebut belum berdampak signifikan terhadap pengurangan angka kemiskinan dan pengangguran.
“Ini menjadi tanggung jawab bersama, termasuk dalam program Bangga Kencana yang bertujuan membangun keluarga berkualitas. Kami ingin keluarga di Kalbar bisa berkontribusi dalam peningkatan IPM secara keseluruhan,” jelas Nuryamin.
Ia memastikan bahwa BKKBN Kalbar akan terus menjalin koordinasi yang erat dengan Pemprov untuk mengawal berbagai kebijakan strategis yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Menyambung dengan apa yang disampaikan Kepala BKKBN Kalbar, sebagai salah satu mitra strategis pemerintah, tentu kita akan terus berupaya menjalin sinergitas yang baik untuk mencapai tujuan bersama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama dalam menekan angka stunting di Kalbar. Saya berharap kepada Bapak Nuryamin untuk selalu bersinergi bersama pemerintah dalam membantu menekan angka stunting. Bagaimanapun ini sangat mempengaruhi perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalimantan Barat," singkatnya. (Rfa/irm)